fbpx
Sunrise di Pulau Peucang
Banten

Liburan Senang di Pulau Peucang

Hello Sisters,udah siapin rencana liburan di tahun baru ini? Kalau masih bingung, seperti biasa Sistrip akan membantu kamu memberikan rekomendasi tempat-tempat liburan untuk bersenang-senang beserta tips dan triknya.

Liburan di Ujung Kulon

Kalau kamu pecinta destinasi laut kamu pasti suka banget sama yang namanya explore pulau, bermain di pantai dengan pasir putih, snorkelling, menikmati sunrise dan sunset. Tapi kalau kamu ngga punya waktu banyak untuk liburan, jangan sedih Sist.. di Kawasan Ujung Kulon ada sebuah pulau bernama Pulau Peucang. Pulau ini terdapat di Selat Panaitan Kabupaten Pandeglang Banten atau di sebelah Barat Taman Nasional Ujung Kulon. Termasuk hidden gems yang letaknya tidak jauh dari Jakarta. Pada pulau ini akan ditemukan Rusa, Babi Hutan dan Monyet yang berkeliaran liar di sekitar pulau. Dan menjadi daya tarik Pulau Peucang.

Nama Pulau Peucang diambil dari nama sejenis siput yang sering ditemukan di pantainya. Siput itu oleh penduduk sekitar Taman Nasional Ujungkulon disebut “mata peucang”. Meskipun bernama Pulau Peucang tapi di sana tidak terdapat kancil yang dalam Bahasa Sunda “peucang”.

Liburan Lewat Open Trip Lebih Mudah

Untuk mencapai ke Pulau Peucang ini, Sistrip beberapa bulan yang lalu menggunakan jasa Open Trip yang biayanya tidak sampai 800.000 rupiah. Menginap 2 malam dan menikmati 2 hari full di laut. Lama perjalanan dengan menggunakan bis dari Jakarta sekitar 7jam  menuju Ujung Kulon, dan menyebrang ke Pulau Peucang dari Desa Sumur. Kalau kamu mau menggunakan mobil pribadi bisa juga Sist, ada tempat parkir untuk umum yang disediakan di Desa Sumur.

Berangkat dari Jakarta jam 10 malam dan tiba di Desa Sumur keesokan harinya jam 6 pagi, lalu menyebrang ke Pulau Peucang menggunakaan boat dengan waktu tempuh kurang lebih 1,5 jam. Sebenarnya perjalanan ini lumayan melelahkan, tapi itu semua akan terbayar ketika kita sudah melihat keindahan Pulau Peucang. Di pulau itu hanya ada beberapan penginapan yang sederhana. Walaupun sederhana, penginapannya cukup nyaman dan bersih. Tapi yang paling pentig adalah kita bisa langsung main ke pantai. Typical pantainya adalah berpasir putih dan sangat lembut (kalau menurut Sistrip sih hampir mirip kayak bedak saking halusnya), dan air laut yang sangat bening, sehingga kita walaupun hanya duduk di dermaga sudah bisa menikmati ikan-kan laut yang berwarna-warni berenang di tepi laut. Best time untuk berenang di pantai adalah setelah jama 9 pagi sampai sore. Makin siang sebenanya makin cantik air lautnya, warnanya jadi semakin biru. Tapi buat kamu yang takut kulitnya kebakar, over tanned yah sebaiknya berenang di sore hari aja.

Alam Bawah Laut yang Indah

Sesampainya di Pulau Peucang, kita bersiap-siap untuk snorkelling. Masih menggunakan boat yang sama, kita beranjak kurang lebih 30 menit ke tengah laut. Sesuai dengan yang dibayangkan, alam di bawah laut Pulau Peucang sangat indah. Dan saat itu (awal November), cuaca dan kondisi angin juga sangat bagus. Sehingga tidak ada kendala yang berarti ketika snorkelling. Ada sekitar 3 spot untuk snorkelling.

Selesai snorkelling hampir sekitar jam 2 siang. Setelah makan dan mandi, kita kemudian melanjutkan explorasi Pulau Peucang, yaitu trekking ke dalam hutan yang ditempuh hanya dalam 15 menit dari penginapan. Di dalam hutan tersebut terdapat Pohon Kiara Pencekik. Pohon yang berusia seabad dengan tinggi mencapai 10 meter ini memang suka melilit pohon-pohon sekitarnya. Tapi pohon ini juga sempat menjadi pohon penolong ketika terjadi tsunami Banten beberapa waktu yang lalu. Beberapa orang, ketika tsunami lari ke dalam hutan dan memanjat Pohon Kiara untuk menyelamatkan diri. Setelah puas melihat Pohon Kiara, kita bersiap-siap menikmati sunset. Sunset di pulau ini memang indah, ditunjang dengan cuaca yang lagi bersahabat, sehingga langitpun menampilkan warna yang sangat cantik.

Baca juga : Objek Wisata di Bali Terfavorit yang Wajib Dikunjungi

Pada malam hari, kita masih bisa melanjutkan piknik di pinggir pantai. Suasana pantai yang tenang, deburan ombak, taburan penuh bintang di langit, benar-benar bisa biin rileks. Perjalanan yang hampir ditempuh 8 jam kemarin seperti terbayar. Oiya, lebih enak lagi kalo bawa cemilan Sist.. tapi jangan sampe ninggalin sampah ya, please banget tetap jaga kebersihan, tidak hanya di pulau ini saja Sist, tapi  dimanapun kamu berpergian.

Sunrise Cantik

Keeseokan harinya, jangan bangun kesiangan ya.. karena kamu bisa menyaksikan sunrise yang emang cantik banget. Rugi rasanya kalau melewatkan sunrise. Sunrise saat itu sekitar jam 5:30 pagi. Setelah itu, kita bisa jalan-jalan disekitar pantai. Kalau kamu kebetulan babi hutan atau monyet, jangan kabur ya Sist.. stay cool aja, tapi memang ada beberapa monyet yang emang suka ganggu terutama kalau kamu bawa makanan.

Setelah mandi dan sarapan, kita melanjutkan perjalanan dengan boat menuju Sungai Cigenter untuk canoeing. Sungai ini memiliki arus yang tenang dengan airnya yang bewarna kehijauan. Sajian tumbuhan bakau yang merambat di bagian tepi sungai menjadi teman setia sepanjang perjalanan di sungai ini. Jika beruntung, sesekali dari balik pohon sekelompok kera mengintip kegiatan di sekitar sungai. Kita menaiiki Kano atau Jukung dengan kapasitas 4-6 orang.

Selesai dengan canoeing, kita siap-siap pulang ke Jakarta. Siap-siap beraktifitas lagi dan siap-siap menyusun rencana liburan lagi! Perjalanan ke Pulau Peucang sangat berkesan, sangat menenangkan jiwa dan raga. Rasanya ingin menambah 1 hari lagi untuk sekedar menikmati pantai.

Abis dari Pulau Peucang, trip kesini yuk SIs : Wajib Tahu! Ini 5 Objek Wisata Hidden Gem di Malang yang Worth to Expore

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *